ARTIKEL
PROFIL DESA
Desa Piasa Wetan merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Desa ini memiliki potensi sumber daya alam, budaya, serta semangat masyarakat yang tinggi dalam membangun desa secara mandiri dan berkelanjutan.
1. Identitas dan Letak Geografis
Desa Piasa Wetan terletak di kawasan perbatasan antara Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Banyumas, tepatnya di bagian timur Sungai Piasa. Wilayah ini berada di kaki Pegunungan Serayu yang menjadikan kondisi alamnya subur dan cocok untuk pertanian. Aliran Sungai Piasa menjadi ciri geografis utama yang membelah kawasan ini dari barat ke timur.
Desa ini berbatasan dengan:
-
Utara: Desa Panerusaan Wetan
-
Selatan: Desa Karangjati
-
Barat: Desa Piasa Kulon (Kabupaten Banyumas)
-
Timur: Desa Berta
2. Sejarah Singkat Desa
Diriwayatkan secara turun-temurun bahwa dahulu Desa Piasa Wetan dan Desa Piasa Kulon merupakan satu kesatuan wilayah bernama Piasa. Wilayah ini terpisah akibat aliran Sungai Piasa, dan pembangunannya semakin dipertegas pada masa penjajahan Belanda, tepatnya sekitar tahun 1810 Masehi, ketika dibangun Bendung Kedung Glagah.
Pemekaran wilayah menjadikan daerah di sebelah timur sungai dikenal sebagai Piasa Wetan dan bagian barat sebagai Piasa Kulon (yang kini masuk Kabupaten Banyumas).
Nama “Piasa” sendiri berasal dari istilah lokal “Pias”, yang bermakna semangat — mencerminkan karakter masyarakatnya yang tangguh, ulet, dan penuh semangat juang.
3. Pemerintahan dan Kelembagaan
-
Kepala Desa: Bapak Sakir
-
Lembaga Desa:
-
Badan Permusyawaratan Desa (BPD)
-
LPMD
-
Karang Taruna
-
TP PKK
-
Gapoktan
-
Bumdes (dengan unit Koperasi Merah Putih)
-
Pemerintah Desa Piasa Wetan juga aktif melaksanakan perencanaan pembangunan partisipatif melalui Musrenbang, yang terbaru adalah penetapan RPJMDesa 2025–2033.
4. Kependudukan dan Sosial
-
Jumlah Penduduk: ± [isi jika ada, contoh: 1.245 jiwa]
-
Jumlah Kepala Keluarga (KK): ± [jumlah KK]
-
Jumlah RT/RW: [contoh: 10 RT / 3 RW]
Masyarakat desa mayoritas bekerja di sektor pertanian, perkebunan, dan usaha mikro. Beberapa warga juga merantau dan mengirimkan kontribusi ekonomi ke desa.
5. Ekonomi dan Potensi Lokal
-
Sektor unggulan: Pertanian padi, palawija, hortikultura
-
Sarana ekonomi: Warung harian, toko kelontong, koperasi desa
-
Bumdes: Mengelola unit usaha simpan pinjam dan mendukung kegiatan UMKM
Pemerintah Desa bekerja sama dengan Dinas terkait juga telah menggagas pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, sebagai bagian dari program nasional untuk memperkuat ekonomi kerakyatan.
6. Sarana dan Prasarana
-
Pendidikan:
-
PAUD
-
SD/MI
-
Akses SMP/SMA di desa sekitar
-
-
Kesehatan:
-
Posyandu
-
Akses ke Puskesmas Susukan
-
-
Keagamaan:
-
Masjid Qurrota A’yun
-
Masjid Al Huda
-
Mushola dan TPQ
-
-
Infrastruktur lain:
-
Jalan desa terhubung ke jalan kecamatan
-
Irigasi dari Bendung Kedung Glagah
-
Artikel saat ini masih dalam tahap pengembangan. Informasi akan terus diperbarui seiring dengan proses pendataan dan verifikasi dari berbagai sumber resmi. Mohon kesabarannya, dan pantau terus untuk mendapatkan informasi terbaru.Artikel saat ini masih dalam tahap pengembangan. Informasi akan terus diperbarui seiring dengan proses pendataan dan verifikasi dari berbagai sumber resmi. Mohon kesabarannya, dan pantau terus untuk mendapatkan informasi terbaru.